Media Mueller Hinton Agar HiMedia untuk Uji Sensitivitas Antibiotik
Mueller Hinton Agar

Uji kepekaan antimikroba (Antimicrobial Susceptibility Testing/AST) memerlukan media kultur dengan reprodusibilitas tinggi agar interpretasi diameter zona hambat berjalan akurat. Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI) serta European Committee on Antimicrobial Susceptibility Testing (EUCAST) menetapkan Mueller Hinton Agar (MHA) sebagai media standar emas untuk metode difusi cakram Kirby-Bauer. Salah satu produk yang umum digunakan di laboratorium mikrobiologi klinik dan riset adalah Mueller Hinton Agar HiMedia (kode produk M173).
Penerapan standarisasi media MHA HiMedia mencakup pengendalian komposisi kimia, parameter fisik media, hingga prosedur kontrol kualitas berkala.
Karakteristik dan Komposisi Standar MHA HiMedia
Formulasi Mueller Hinton Agar dirancang khusus untuk meminimalkan faktor-faktor pengganggu difusi molekul antibiotik:
- Infus Daging Sapi (Beef Infusion) dan Kasein Hidrolisat: Menyediakan asam amino, nitrogen, vitamin, dan mineral esensial untuk mendukung pertumbuhan bakteri patogen non-fastidious.
- Pati (Starch): Berfungsi menyerap metabolit toksik yang dihasilkan bakteri selama inkubasi serta mencegah autolisis berlebih.
- Kadar Timin dan Timidin Rendah: MHA HiMedia diproduksi dengan konsentrasi timin/timidin minimal guna mencegah inaktivasi antibiotik golongan sulfonamida dan trimetoprim.
- Agar Bakteriologis: Bertindak sebagai agen pemadat dengan konsentrasi standar 1,7% untuk memastikan laju difusi antibiotik stabil.
Parameter Kritis Standarisasi Media
Penyimpangan pada parameter fisik dan kimia media MHA berdampak langsung terhadap validitas diameter zona hambat.
| Parameter Kritis | Nilai Standar CLSI/EUCAST | Dampak Deviasi |
| pH Media | 7,2 – 7,4 (pada suhu 25°C) | pH terlalu rendah menurunkan aktivitas aminoglikosida dan makrolida; pH terlalu tinggi menurunkan aktivitas tetrasiklin. |
| Ketebalan Agar | Tepat 4 mm (±0,5 mm) | Agar terlalu tebal menghasilkan zona hambat lebih kecil (false resistant); agar terlalu tipis memperbesar zona (false susceptible). |
| Kation Divalen (Ca^2+ & Mg^2+) | Terstandarisasi oleh pabrikan | Kadar kation berlebih menurunkan zona hambat aminoglikosida terhadap Pseudomonas aeruginosa. |
| Kelembapan Permukaan | Bebas kondensasi air berlebih | Kelembapan berlebih menyebabkan koloni menyebar dan zona hambat distorsi. |
Prosedur Preparasi dan Penuangan Media
Pengerjaan media dehidrasi HiMedia harus mengikuti langkah baku:
- Pelarutan: Timbang 38,0 gram bubuk MHA HiMedia ke dalam 1.000 mL akuades murni. Aduk hingga suspensi homogen.
- Pemanasan: Didihkan larutan sambil diaduk berkala hingga bubuk agar terlarut sempurna.
- Sterilisasi: Masukkan ke dalam autoklaf pada suhu 121°C dengan tekanan 15 psi selama 15 menit.
- Pendinginan: Dinginkan media dalam penangas air (water bath) hingga suhu mencapai 45°C – 50°C sebelum dituang.
- Penuangan (Dispensing):
- Tuang 25–30 mL media untuk cawan petri diameter 90–100 mm.
- Tuang 60–70 mL media untuk cawan petri diameter 150 mm.
- Pastikan permukaan meja kerja datar agar ketebalan media merata 4 mm di seluruh permukaan cawan.
- Penyimpanan: Media yang telah memadat disimpan dalam kantong plastik tertutup rapat pada suhu 2°C – 8°C. Media steril dapat digunakan maksimal 7–14 hari jika kelembapannya tetap terjaga.
Kontrol Kualitas (Quality Control)
Uji kontrol kualitas wajib dilakukan pada setiap batch media baru sebelum digunakan untuk sampel klinis.
- Uji Sterilitas: Inkubasi sampel cawan tanpa inokulasi pada suhu 35°C selama 24–48 jam untuk memastikan tidak ada kontaminasi mikroba.
- Uji Performa Strain Referensi: Inokulasi galur kontrol ATCC standar dengan metode Kirby-Bauer:
- Escherichia coli ATCC 25922
- Staphylococcus aureus ATCC 25923
- Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853
- Enterococcus faecalis ATCC 29212 (khusus kontrol kadar timidin dengan cakram trimetoprim-sulfametoksazol)



