Panduan Lengkap Menggunakan Mesin RT-PCR DNA Technology DT-Prime
Mesin RT-PCR DNA Technology DT-Prime
Mesin Real-Time PCR (RT-PCR) DT-Prime buatan DNA-Technology merupakan salah satu instrumentasi deteksi molekuler yang banyak digunakan di laboratorium klinik, riset medis, dan diagnostik penyakit infeksi. Sistem ini menggabungkan kontrol termal berefisiensi tinggi dengan pembacaan fluorosensi multi-kanal yang presisi.

Spesifikasi Utama & Keunggulan DT-Prime
Sebelum menjalankan prosedur operasional, penting untuk memahami kapasitas teknis sistem DT-Prime:
| Fitur | Spesifikasi DT-Prime |
| Format Blok | 96-well atau 48-well (sesuai varian) |
| Sistem Optik | 4 hingga 5 kanal fluorosensi (FAM, HEX, ROX, Cy5, Cy5.5) |
| Kecepatan Heating/Cooling | Hingga 3,5 °C |
| Volume Reaksi | 10 – 100 μL |
| Software Integrasi | DTMaster (Analisis kualitatif, kuantitatif, & HRM) |
Prosedur Operasional Standar (SOP) Penggunaan DT-Prime
Untuk menjaga akurasi hasil dan mencegah terjadinya kontaminasi silang, jalankan alur kerja bertahap berikut:
1.Persiapan dan Turn-On Sistem:5 – 10 Menit.
- Pastikan mesin DT-Prime terhubung ke Uninterruptible Power Supply (UPS) stabil.
- Nyalakan sakelar utama di bagian belakang/samping instrumen.
- Buka komputer laboratorium yang terhubung dan jalankan program DTMaster.
- Biarkan sistem melakukan self-diagnostic hingga indikator status menunjukkan kondisi Ready.
2.Loading Reaksi dan Sampel:Persiapan Area Clean Room.
- Siapkan tube PCR (strip/plate 0.2 mL) yang berisi master mix dan templat RNA/DNA yang sudah diekstrak.
- Pastikan tube tertutup rapat menggunakan penutup transparan khusus optic (optical caps/strips).
- Letakkan tube secara simetris ke dalam blok pemanas instrumen untuk menjaga keseimbangan distribusi panas.
- Tutup lid (penutup) pemanas mesin dengan aman.
3.Setting Protokol Amplifikasi pada DTMaster:Software Setup.
- Pilih menu New Run pada aplikasi DTMaster.
- Masukkan peta sumur (plate layout) beserta identitas sampel dan jenis fluorofor (misal: FAM untuk target, HEX untuk kontrol internal).
- Atur profil suhu thermal cycling:
- Reverse Transcription: 45°C – 50°C (jika sampel RNA)
- Initial Denaturation: 95°C (2-5 menit)
- Amplifikasi: Denaturasi (95°C), Annealing/Extension (58°C – 60°C) sebanyak 40–45 siklus.
4.Eksekusi dan Monitoring Real-Time:Running Phase.
- Klik tombol Start Run dan tentukan lokasi penyimpanan data (.dtm atau file proyek).
- Pantau grafik kurva amplifikasi pada layar secara real-time.
- Tunggu hingga proses amplifikasi dan pembacaan sinyal fluorosensi selesai sepenuhnya.
5.Analisis Data Hasil & Exporting:Post-Run Analysis.
- Buka modul analisis pada software DTMaster.
- Tentukan nilai Threshold secara otomatis atau manual pada fase eksponensial kurva untuk mendapatkan nilai Ct (Cycle Threshold).
- Periksa kualifikasi Kontrol Positif dan Kontrol Negatif (NTC) untuk validasi running.
- Ekspor laporan hasil ke format PDF, Excel, atau integrasikan ke sistem LIS (Laboratory Information System).
Tips Pemeliharaan dan Pencegahan Error
Perhatian Khusus: Jangan pernah membuka tube PCR di area analisis atau di dekat mesin RT-PCR setelah proses amplifikasi selesai. Hal ini dapat memicu kontaminasi aerosol amplikon di seluruh ruangan laboratorium.
- Pembersihan Blok Pemanas: Bersihkan blok aluminium secara berkala menggunakan alkohol 70% atau larutan pembersih khusus PCR bila terjadi tumpahan cairan.
- Kalibrasi Optik: Lakukan kalibrasi fluorosensi rutin minimal 1 kali dalam setahun menggunakan calibration plate resmi dari produsen.
- Manajemen Suhu Ruangan: Operasikan mesin pada ruang bersuhu terukur (18°C – 25°C) dengan kelembapan terkontrol untuk menjaga performa laser/LED pemancar



