Pipet Ukur Mohr

Dalam aktivitas laboratorium Kimia, Biologi, maupun Farmasi, ketepatan volume cairan adalah kunci keberhasilan sebuah penelitian. Salah satu alat gelas (glassware) yang paling sering diandalkan untuk kebutuhan ini adalah Pipet Ukur Mohr (Mohr Measuring Pipette).
Meskipun terlihat sederhana seperti tabung kaca silinder biasa, pipet Mohar memiliki karakteristik khusus yang membuatnya sangat berguna untuk menakar cairan dalam berbagai variasi volume. Yuk, pelajari lebih dalam mengenai fungsi, cara membaca skala, hingga perbedaannya dengan jenis pipet lain di artikel ini!
Apa Itu Pipet Ukur Mohr?
Pipet Ukur Mohr adalah jenis pipet ukur (measuring pipette) yang memiliki garis skala volume di sepanjang badannya, namun skala tersebut berhenti sebelum ujung tip (mengecil) pipet. Alat ini dirancang oleh seorang apoteker dan ilmuwan asal Jerman, Karl Friedrich Mohr, yang merupakan salah satu pionir dalam metode titrasi.
Biasanya, pipet ini terbuat dari kaca borosilikat berkualitas tinggi yang tahan terhadap bahan kimia korosif dan perubahan suhu, atau dari plastik (polistirena) untuk penggunaan sekali pakai (disposable).
Fungsi Pipet Ukur Mohr di Laboratorium
Fungsi utama dari pipet ukur Mohar adalah untuk memindahkan cairan atau larutan kimia dari satu wadah ke wadah lain dengan volume yang spesifik dan dapat disesuaikan.
Berbeda dengan pipet gondok (pipet volume) yang hanya bisa mengambil satu volume pasti (misal: persis 10 mL), pipet Mohar jauh lebih fleksibel. Jika Anda menggunakan pipet Mohar kapasitas 10 mL, Anda bisa menggunakannya untuk mengambil cairan sebanyak 1 mL, 3,5 mL, maupun 7 mL sesuai kebutuhan analisis Anda.
Karakteristik Unik dan Cara Membaca Skala Pipet Mohar
Kunci utama dalam menggunakan pipet Mohar adalah memahami titik nol dan ujung pipetnya.
- Skala Berhenti Sebelum Ujung: Garis skala terakhir (misalnya angka 10 pada pipet 10 mL) terletak di atas area ujung pipet yang menyempit.
- Jangan Dikeluarkan Sampai Habis: Cairan yang berada di area ujung bawah (tip) tidak masuk dalam hitungan volume. Oleh karena itu, saat mengeluarkan cairan, Anda harus menghentikan aliran tepat pada garis skala terakhir. Sisa cairan di ujung pipet tidak boleh ditiup atau dipaksa keluar.
Catatan Penting (Akurasi): Pipet Mohar umumnya dikalibrasi sebagai alat TD (To Deliver). Artinya, alat ini dirancang untuk mengeluarkan volume yang tertera pada skala dengan memanfaatkan gaya gravitasi, tanpa perlu meniup sisa cairan di ujungnya.
Perbedaan Pipet Mohar vs Pipet Serologis
Banyak orang sering keliru membedakan antara pipet Mohar dan pipet serologis karena keduanya sama-sama memiliki skala di sepanjang badannya. Berikut adalah tabel perbedaannya agar Anda tidak salah pilih saat di laboratorium:
| Fitur | Pipet Ukur Mohr | Pipet Serologis |
| Batasan Skala | Skala berakhir sebelum bagian ujung (tip) yang menyempit. | Skala berlanjut terus hingga ke ujung paling bawah pipet. |
| Pelepasan Cairan | Cairan dikeluarkan hingga batas skala tertentu. Sisa di ujung ditinggalkan. | Seluruh cairan harus dikeluarkan, biasanya ditiup (blow-out) menggunakan bulb. |
| Tanda Cincin (Ring) | Tidak memiliki cincin ganda di bagian atas. | Memiliki cincin ganda (frosted rings) yang menandakan sistem blow-out. |
| Fungsi Utama | Cocok untuk kimia analitik, titrasi, dan presisi tinggi. | Sering digunakan di laboratorium biologi, kultur sel, dan serologi. |
Cara Menggunakan Pipet Ukur Mohr dengan Benar
Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang akurat dan menjaga keselamatan kerja (K3 Laboratorium), ikuti langkah-langkah berikut:
- Gunakan Pipet Filler (Bulb): Pasang rubber bulb atau pi-pump di bagian atas pipet. Jangan pernah memipet larutan langsung dengan mulut!
- Sedot Cairan: Masukkan ujung pipet ke dalam cairan, lalu sedot cairan hingga sedikit melewati garis angka nol (0) di bagian atas.
- Tepatkan Meniskus: Angkat pipet setinggi mata, lalu keluarkan cairan perlahan hingga bagian bawah lengkungan cairan (meniskus bawah untuk larutan bening) tepat menyentuh garis angka nol.
- Pindahkan Cairan: Masukkan pipet ke wadah tujuan. Tempelkan ujung pipet ke dinding wadah dengan posisi agak miring (45 °C).
- Hentikan di Skala Tujuan: Biarkan cairan mengalir hingga mencapai skala volume yang Anda inginkan (misal, jika ingin mengambil 5 mL dari pipet 10 mL, alirkan cairan dari angka 0 hingga tepat di angka 5).
Kesimpulan
Pipet ukur Mohar adalah investasi alat laboratorium yang krusial untuk memastikan akurasi pengukuran volume cairan yang dinamis. Dengan memahami bahwa cairan di ujung pipet tidak boleh ikut dikeluarkan, Anda dapat menghindari error atau kesalahan fatal dalam eksperimen kimia maupun biologi Anda.
Apakah Anda sedang mencari peralatan gelas laboratorium berkualitas atau ingin memperdalam teknik analisis kimia? Pastikan Anda memilih alat yang terkalibrasi dengan standar internasional (ISO/ASTM) demi hasil riset yang valid dan tepercaya








